Dalam dua tahun terakhir ini, tren netbook melanda konsumen teknologi informasi (IT) di Indonesia. Peningkatan jumlah pengguna ini merangsang banyak produsen Notebook melakukan inovasi pada jajaran produk komputer jinjingnya dan mengeluarkan satu atau beberapa tipe netbook.
Netbook awalnya didesain sebagai laptop kecil dengan kemampuan komunikasi wireless, internet access dan aplikasi perkantoran saja. Bobotnya juga terus dijaga agar tetap enteng yaitu sekitar 1 kg dan daya tahan baterai yang lebih lama.
Ternyata segmen yang mengharapkan kriteria diatas sangat luas. Pasarnya bukan hanya terbatas pada segmen pelajar atau konsumen dengan dana terbatas. Namun konsumen yang telah memiliki notebook tipe mainstream pun tertarik untuk memilikinya. Sangat masuk akal jika mempertimbangkan faktor bobot - harga - kemampuan.
Sayangnya, saat ini semua netbook berhard-disk datang dengan propietary software. Linux disisakan bagi netbook dengan media penyimpanan Solid State Disk (SSD). Padahal SSD memiliki kemampuan baca tulis yang lebih lambat dengan harga permegabyte lebih mahal. Walaupun akan lebih hemat daya dan bobot lebih ringan.
Saya sendiri berpendapat, kenyataan ini menunjukkan propietary software yang tambun dan mahal itu tidak akan muat dan akan berjalan terseok-seok di SSD. Propietary software juga membutuhkan lebih banyak ruang untuk file-file sampahnya dan penampungan untuk koleksi virus dan trojan yang bisa di dapat dengan mudah dan gratis di internet, sehingga tidak layak untuk digunakan di SSD.
Menggunakan linux sebagai sitem operasi di netbook memberikan beberapa alternatif. Acer AspireOne datang dengan Linpus, Asus EeePC mengusung Xandros. Keduanya adalah os yang khusus didesain untuk netbook. Selain itu, pengguna bisa memilih menggunakan linux desktop standar sesuai selera.
Ubuntu Netbook Remix
Ide untuk memperluas varian distro ubuntu untuk dapat digunakan optimal di netbook sudah dimulai sejak 2007. Sebuah kelompok kecil di UbuntuEee menghack ubuntu 8.04 dan mengeluarkan UbuntuEee 8.04.1.
Setelah menunggu setahun, Ubuntu kemudian secara resmi mengeluarkan Ubuntu Netbook Remix (UNR) melengkapi varian ubuntu yang sudah ada. Walaupun diakui oleh Mark Shuttleworth bahwa agak terlambat tapi kehadirannya aan sangat bermanfaat bagi pengguna netbook.
UNR jadikan netbook sempurna
Satu hal yang paling membuat saya terpesona adalah penampilan UNR yang tidak biasa. Keluar dari pakem. UNR membuat netbook murah meriah jadi tampil lebih gaya.
Dengan warna standar coklat gelap transparan terkesan mewah. Menu tersusun rapi di sebelah kiri layar. Pengelolaan berkas, partisi dan removable media bersusun di sebelah kanan.

Penampilan seperti ini lebih enteng di mata. Ikonnya besar dan akan membesar jika pointer diletakkan diatasnya. Kita hanya membutuhkan sekali klik untuk mengeksekusi aplikasi. Ikon akan berputar sebagai tanda ikon telah diklik. Kita tidak membutuhkan compiz untuk mendapat efek seperti itu, sehingga resource komputer tidak akan tersita banyak hanya untuk mendapatkan efek dinamis.
Jika ada yg biasa meletakkan shortcut di desktop untuk memudahkan akses ke program tertentu. UNR menyediakan Favorites. Kita dapat menarik aplikasi yang sering digunakan ke sana. Preferences dan Administrations diletakkan di menu sehingga mudah untuk diakses.
Yang juga tak kalah menarik yaitu saat sebuah program dieksekusi maka program tersebut akan otomatis dimaksimalkan. Program yang mengatur ini disebut Maximus. Belum semua aplikasi dapat ditangani Maximus. Terutama aplikasi yang berupa widget yang dibuat dengan GTK.

Aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan ditampilkan sebagai ikon kecil di kiri atas layar. Hanya aplikasi aktif saja yang memenuhi sisa panel atas. Seperti biasa, bagian kiri tetap berisi penunjukan waktu dan notifikasi.
Saya sendiri tertarik untuk mencoba UNR. Karena belum punya netbook, terpaksa menggunakan notebook aja. UNR sebenarnya datang dengan image file yang dapat diinstall di sebuah usb-stick atau flash disk. Ini untuk memudahkan instalasi di netbook mengingat netbook tidak ada yang menyediakan cdrom.
Silahkan download file image UNR. Setelah itu ikuti langkah instalasi image sebagai berikut:
Windows

- Download .img file
-
Download Disk Imager dari https://launchpad.net/win32-image-writer/+download
- Pasang flash disk
- Kenali huruf yang dikenali sebagai flashdisk
- Start Disk Imager
- Pilih .img dan huruf flashdisk, dan klik "Write"
- Lepas flashdisk jika proses sudah selesai.
Ubuntu

- Download .img file
- Install paket usb-imagewriter
-
If your release does not include this, download it from Oliver's PPA
-
-
Buka Applications -> Accessories -> Image Writer
- Pasang flash disk
- Pilih file .img dan flashdisk dan klik "Write to Device"
- Lepaskan Flashdisk saat proses sudah selesai
Berhubung laptop milik saya sudah uzur dan biosnya tidak support booting dengan perangkat usb, maka saya lebih dulu install ubuntu-desktop. Setelah itu sy lakukan instalasi paket-paket yang dibutuhkan untuk mendapatkan desktop UNR :
sudo apt-get install go-home-applet human-netbook-theme maximus netbook-launcher window-picker-applet
Perlu diperhatikan, jika anda menggunakan desktop effect seperti compiz sebaiknya dimatikan. Selain tidak dibutuhkan, penggunaannya dapat membuat antar efek yang ada akan tabrakan.
Setelah selesai di download dan diinstall, silahkan reboot komputer anda. Setelah itu akan tampak dua garis besar UNR akan bekerja, yaitu netbook-launcher dan maximus. Untuk dapat tampilan yang sempurna, kita perlu sedikit mengutak atik desktop secara manual.
- Remove ubuntu menu (Applications - Places - System) di panel atas. Remove juga shortcut yang ada. Kita tidak perlu remove yang ada di bagian kanan atas yang berisi notifikasi dan tanggal.
- Klik kanan pada panel atas, lalu Add to Panel dan cari dan pilih Go Home dan Window Picker. Pindahkan ke kiri dan tengah panel atas.
- Remove panel bawah dengan menklik kanan dan pilih Delete This Panel
- Pilih System - Preferences - Appearance dan pilih Human-Netbook theme
Jika ingin Netbook anda lebih fungsional, tampil berbeda dan tampak mewah. UNR dapat menjadi pilihan tepat.
Selamat mencoba
3 Responses
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.
mantap pak Arman ulasannya mengenai linux, terutama tentang Ubuntu. Bos janganki lupa besok acara ku kodong. Ok
pak Arman, saya baru mau nyoba pake linux…utk ubuntu remix yg diinstall di flashdisk ini mirip livecd gak pak?
pak, please help me to install ubuntu on my netbook acer aspire one,, i want make dual boot between jendela and tux please…