Ya... Judul diatas mungkin hanya berlaku untuk saya. Hal itu karena saat menggunakan 9.04 dan sebelumnya, saya memilih Thunderbird sebagai Email Client. Ternyata integrasi antara Evolution, Empathy di system tray Lucid cukup bagus dengan notifikasi yang sangat membantu. Jadi selamat tinggal Thunderbird yang telah saya pakai sejak jaman menggunakan KDE... ^_^.
Pada dasarnya Evolution sama saja dengan email client lainnya, namun yang ga ingin repot-repot cari tau apa saja fitur Evolution, beberapa fiturnya saya sebutkan saja:
- Intelligent Junk Mail Control. Untuk mencegah email sampah mengganggu mata, hati dan pikiran kita ^^
- Search Folders. Nyaman buat mengatur email berdasarkan pengirim atatu topik walau dari akun yang berbeda.
- Integrated Security. mendukung GPG dan S/Mime bagi yang suka ngirim pesan rahasia terenkripsi.
- Desktop Integration. Fitur yang paling saya suka. integrasi dengan Calender, sinkronisasi dengan Pigdin dan Planner.
- Searching. fungsi pencarian yang sangat cepat...
- Filter. fitur ini memungkinkan kita mengatur datangnya email atau sesuai permintaan.
- Web Calender.
- Collaboration Server Support.
- Multiple Account Management.
Berikut ini langkah konfigurasi Evolution:
- Klik Mail
- Klik forward di jendela pertama pengaturan account di Evolution seperti dibawah:
- Masukkan identitas nama dan alamat email:
- Selanjutnya pilih Server Type: POP isi nama dan alamat emai. Misalnya kita menggunakan gmail, maka Pop-Servernya adalah pop.gmail.co, alamat email yg dimasukkan lengkap, misalnya xxx@gmail.com
- Atur pilihan penerimaan sesuai keinginan
- Pengaturan Pengiriman, contoh jika menggunakan gmail. maka servernya smtp.gmail.com. Usernamenya lengkap, contoh xxx@gmail.com
- Isi informasi tentang email ini. Misalnya email ini adalah email "kantor" dsb.
- Done is Selesai...!
Nah, selanjutnya, setiap kali kita terhubung ke internet, evolution otomatis aktif dan akan memberikan notifikasi setiap kali ada email baru yang masuk...













One Response
Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.
Sy coba bantu (msh pemula jg):
1. Coba gimp untuk pengganti photoshop…tp kalo msh mau pake photoshop di linux, pakai wine atau crossover, coba googling sj untu dapatkan softwarenya…jka pc slalu ol ketikkan sj di terminal: sudo apt-get install wine. Trus coba photoshop tsb menggunakan wine ataupun crossover. Untuk download pilih sj yg berbasis debian (.deb) biar insstallnya tdk repot.
2. Googling sj dulu…gampang kok dapatnya